Menpora Baru: Roy Suryo
Semenjak hengkangnya Andi Mallarangeng dari jabatannya sebagai menpora terkait kasus Hambalang, publik pun bertanya-tanya siapakah yang akan menduduki kursi kosong menpora?
Baru saja, saya melihat pemberitaan ternyata menpora baru ialah Bp. Roy suryo. Jujur saja, saya agak tercengang mengetahui pemberitaan ini. Beliau kan dulu yang suka kritik soal editan photoshop skandal para artis! Contohnya:
“ya, bisa kita lihat, disini si anu berciuman dengan si ini. Terlihat rekayasa nya bibirnya si anu menyong..”
Lah kok tiba2 jadi menpora??! Pantaskah?
Dikutip dari kompas.com Ahmad Mubarok, dewan pembina partai demokrat mengatakan “Dia memang IT, tapi saya rasa dia bisalah dalam menangani olahraga” bisalah… bisalah… bisa apanya nih?
Sebelumnya, nama Ramadhan Pohan santer terdengar akan mengisi kekosongan kursi menteri pemuda dan olahraga. Namun, akhirnya semua terjawab saat kemarin (10/1/13) Roy Suryo resmi ditahbiskan menjadi Menpora yang baru. Lalu, kenapa Roy Suryo? Jelas2 background beliau IT.
Direktur Eksekutif Pol Institute menilai, pemilihan Roy Suryo karena beliau loyal dan terlihat netral di Partai Demokrat.
Dikutip dari pidato sosok nomor 1 di Indonesia, Pak SBY juga menilai Roy Suryo mampu dan berkapabilitas menjadi menpora baru.
Lah hanya itu saja syaratnya?
Kalau menurut saya sih, MENPORA itu harus yang mengerti soal bidang olahraga
bukan yang hanya sudah berkencimpung di politik saja. Wong kalau mau pimpin olahraga tapi nggak ngerti olahraga nanti jadinya apa? Supaya beliau mengerti arti dari fair game, peraturan-peraturan umum di olahraga. Ya ngga cuma makan duit rakyat doang.
Sebaiknya Pak Beye atau presiden nantinya, harus memikirkan syarat yang saya tulis tadi, simpel sih. Nantinya jadi seperti kementerian agama. Bawa-bawa nama agama, tapi korupsinya paling besar dibanding kementerian yang lain. Dipertanyakan tuh, beragama ngga sih? Kalo beragama, kok korupsi paling besar, apa ga takut dosa?
Kalo kementerian olahraga, PSSI kisruh aja masih belum bisa damai. Ngerti olahraga ngga sih? Kalau ngerti, kok klub yang masih ngutang gaji nggak disentil?
CMIIW

Filed under Uncategorized |
Leave a Reply